SILABI
• Pengertian Belajar Strategi Belajar Mengajar
• Belajar sebagai proses interaksi , transaksi, dialog, internalisasi, dan personalisasi.
• SBM pendidikan moral
• Dasar-dasar dan pengembangan pendidikan moral
• Pola umum dan komponen dalam KBM afektif
• Pengembangan desain instruksional pendidikan moral
• Metode belajar dan domtaknya.
• Model KBM VCT
• Games dalam VCT
• Model KBM Kognitif, afektif dan psykomotor dalam pendidikan moral.
Literatur :
• Prof. Kosasih Djahiri, Dasum Metodologi dan Pengajaran Nilai Moral.
• -------------------------, Strategi pengajaran afektif nilai moral, VCT dan Games dalam VCT.
• -------------------------, Menelusuri dunia afektif pendidikan nilai dan moral.
• Saeful Bahri, Strategi Belajar Mengajar..
Materi:
Beberapa pengertian Strategi adalah :
• Konfigurasi hasil yang diharapkan dicapai pada masa depan (Nanang Fatah).
• Ilmu dan seni menggunakan segala sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam perang dan damai (Kamus Besar bahasa Indonesia)
• Kajian tentang cara atau teknik melaksanakan atau mencapai sesuatu secara baik dan sukses (Kosasih Djahiri).
• Suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Pengertian SBM:
• Kajian bagaimana kegiatan belajar mengajar bisa terlaksana secara baik dan sukses (Kosasih djahiri).
• Pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Ada 4 strategi dasar dalam KBM
(Syaiful Bahri:2006:5):
• Melakukan identifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
• Memilih system pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
• memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
• menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau criteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melaksanakan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan system instruksional yang bersangkutan secara menyeluruh.
Klasifikasi SBM:
1. Konsep dasar SBM
2. Sasaran KBM
3. Belajar mengajar sebagai suatu sistem
4. Hakikat proses belajar
5. Entering behavior siswa
6. Pola-pola belajar siswa
7. Memilih sistem belajar mengajar
1. Konsep dasar SBM meliputi:
• Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku
• Menetapkan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar
• Memilih prosedur, metode dan teknik belajar mengajar
• Menerapkan norma dan criteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar
2. Sasaran kegiatan KBM
• a. Pengembangan bakat secara optimal
• b. hubungan antar manusia
• c. Efisiensi ekonomi
• d. Tanggung jawab selaku warga Negara
3. Belajar mengajar sebagai suatu system
• Belajar mengajar selaku system instruksional mengacu kepada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Yang menjadi komponennya antara lain: tujuan, bahan, siswa, guru, metode, situasi dan evaluasi.
4. Hakekat belajar mengajar
• BELAJAR adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan dalam artian bahwa tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi.
5. Entering behavior siswa
• Hasil KBM tercermin dalam perubahan perilaku, baik secara material-substansional, structural-fungsional, maupun secara behavior.
• Adapun gambaran entering behavior siswa dapat digolongkan kedalam tiga dimensi:
A. batas-batas ruang lingkup materi pengetahuan yang telah dimiliki dan dikuasai oleh siswa
B. Tingkatan tahapan materi pengetahuan, terutama kawasan pola-pola sambutan atau kemampuan yang telah dimiliki siswa
C. Kesiapan dan kematangan fungsi-fungsi psikofisik.
Hal ini berguna bagi guru untuk:
– Mengetatahui seberapa jauh kesamaan siswa (individu) dalam tarap kesiapannya, kematangan, serta tingkat penguasaan pengetahuan dan ketrampilan dasar bagi penyajian bahan baku.
– Mengetahui disposisi perilaku siswa, sehingga akan dapat dipertimbangkan dan dipilih bahan, prosedur, metode, teknik, serta alat Bantu KBM yang sesuai.
– Dapat membandingkan nilai proses dengan nilai hasil pasca tes
Sebelum Pelaksanaan KBM, Guru harus perhatikan:
• Sejauhmana pengetahuan siswa tentang materi-materi yang akan diajarkan
• Tingkat dan tahap serta jenis manakah yang telah dikuasai oleh siswa
• Apakah siswa sudah siap dan matang untuk menerima bahan-bahan yg baru
• Berapa besar motivasi dan minat belajar siswa
6. Pola Belajar Siswa:
A. Signal learning / belajar isyarat,
Merupakan tahapan paling dasar dalam proses penguasaan pola-pola dasar perilaku yang bersipat involuntary (tidak disengaja dan tidak disadari tujuannya). Dalam tipe belajar ini diberikan stimulus (signal) secara serempak, perangsang-perangsang tertentu secara berulang kali.
B. Stimulus Respon Learning/belajar stimulus respon, adalah belajar dengan mencoba-coba (trial and error). Dalam pembelajaran ini bahwa kemampuan itu tidak diperoleh dengan tiba-tiba akan tetapi melalui latihan-latihan.
C. Chaining (rantai atau rangkaian),
Belajar menghubungkan satuan ikatan S-R (stimulus-respon) tetapi unsur-unsurnya terdapat dalam urutan tertentu. Ex. Dalam bahasa ibu-bapak, kampung halaman, selamat tinggal
D. Discrimanation Learning/belajar diskriminasi/belajar mengadakan pembeda:
anak mengadakan seleksi dan pengujian diantara dua perangsang atau sejumlah stimulus yang diterimanya, kemudian memilih pola-pola respon yang dianggap paling sesuai.
E. Concept Learning (belajar koncep)/ belajar pengertian:
Belajar pengertian dengan dilandasi kesamaan ciri-ciri dari sekumpulan stimulus dan obyeknya.
F. Rule learning (belajar aturan),
Belajar membuat generalisasi, hukum dan kaidah, dimana siswa belajar melakukan kombinasi dari berbagai konsep dengan mengoperasikan kaidah logika.
(diberi pertanyaan u/ mengunkapkan perbendaharaan pengetahuannya)
G. Problem Solving (pemcahan masalah):
Belajar memecahkan masalah, menurut John Dewey belajar memecahkan masalah berlangsung sebagai berikut: “Individu menyadari masalah bila ia di hadapkan kepada situasi keraguan dan kekaburan sehingga merasakan adanya semacam kesulitan”
Langkah-langkah memecahkan masalah :
• Merumuskan dan menegaskan masalah
• Mencari fakta pendukung dan merumuskan hipotesis
• Mengevaluasi alternatif pemecahan yang dikembangkan
• Mengadakan pengujian atau verifikasi
7. Memilih Sistem Belajar Mengajar
A. Enquiry-Discovery Learning (Belajar mencari dan menemukan sendiri), prosedurnya:
– simulation ; Guru mulai bertanya dengan mangajukan persoalan...
– Problem statement; anak didik diberi kesempatan mengidentifikasi berbagai permasalahan, permasalahan selanjutnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau hipotesis yakni pernyataan.
– Data collection, mengumpulkan data-data untuk menjawab problem statement dari berbagai informasi yang relevan baik itu dari buku, observasi atau wawancara, dll.
– Data processing, semua data yang ada diolah dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu
– Verfication atau pembuktian, beerdasarkan hasil pengolahan dan penafsiran yang ada kemudian di cek apakah terjawab atau tidak.
– Generalization, ditarik kesimpulan.
B. Ekspository Learning,
Guru menyajikan dalam bentuk yang telah dipersiapkan secara rapi, sistemis dan lengkap. Prosedurnya:
– Preparasi, guru mempersiapkan bahan
– Apersepsi, Guru bertanya/mengarahkan uraian singkat untuk mengarahkan perhatian anak didik
– presentasi, guru menyajikan bahan dengan cara memberikan ceramah atau anak didik yang disuruh untuk membacakannya.
– resitasi, anak didik disuruh menyatakan kembali dengan kata-kata sendiri.
C. Mastery Learning
Guru harus mengusahakan upaya-upaya yang dapat mengantarkan kegiatan anak didik ke arah tercapainya pengusaan penuh terhadap bahan yang diberikan. Menurut Suharsimi Arikunto (1988;5) ada dua buah kegiatan: Pengayaan dan kegiatan perbaikan.
• Humanistic Education
– Self realization (siswa agar sanggup mencapai perwujudan dirinya sesuai dengan kemampuan dasar dan keunikannya).
– Self actulization (mengaktualisasikan)
Humanistic Ed
• Guru hendaknya jangan membuat jarak terlalu tajam dengan siswa, ia harus menempatakan diri berdampingan dan selalu siap menjadi sumber atau konsultan yang berbicara.
Hakikat Belajar mengajar:
Belajar adalah:
• proses dialog antar potensi diri melalui berbagai media pengajaran dan melalui berbagai reka upaya kegiatan sehingga mampu menyerap bahan ajar menjadi milik dirinya.
• Proses transaksi / interaksi antar struktur potensi diri dengan guru atau sesuatu sehingga terjadi proses internalisasi / personalisasi yang menyebabkan perubahan atas dirinya.
• Proses perubahan diri dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak bisa menjadi bisa.
• Adanya “perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar.
Hakekat mengajar:
• Suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar anak didik, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar.
• Proses memberikan bimbingan/bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar (Nana Sudjana, 1991:29)
Hakikat Belajar Mengajar:
• Proses “pengaturan” yang dilakukan oleh guru.
Ciri-Ciri Belajar:
1. Memiliki tujuan
2. Ada suatu prosedur yang direncanakan, didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus.
4. Adanya aktivitas anak didik
5. Dalam KBM guru berperan sebagai pembimbing (menghidupkan danmemberikan motivasi, sebagai mediator)
6. Dibutuhkan disiplin dari pihak guru dan anak didik.
7. Ada batas waktu
8. Evaluasi
• Kegiatan belajar siswa (KBS) disebut baik bila membelajarkan seluruh potensi diri/belajarnya
- Efektif
- efisien
- optimal
Komponen-komponen Belajar Mengajar:
1. Tujuan
Tujuan pengajaran adalah deskripsi tentang penampilan perilaku (performance) murid-murid yang kita harapkan setelah mereka mempelajari bahan pelajara yang kita ajarkan.
Tujuan dapat mempengaruhi: bahan pelajaran, KBM, metode, alat, sumber dan evaluasi.
2. Bahan Pelajaran
Merupakan unsur inti yang ada didalam kegiatan belajar mengajar, karena memang bahan pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh anak didik. (Suharsimi Arikunto, 1990).
Lebih baik meyampaikan bahan sesuai dengan perkembangan bahasa anak didik daripada menuruti kehendak pribadi, agar anak didik tidak dirugikan oleh sikap dan tindakan guru yang keliru
3. Kegiatan Belajar Mengajar
Dalam KBM guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individual anak didik, yaitu pada aspek biologis, intelektual dan psikologis.
4. Metode
Adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Lima macam faktor yang mempengaruhi penggunaan metode (Winarno Surachman):
• Tujuan
• Anak Didik
• Situasi
• Fasilitas
• Pribadi guru serta kemampuan profesionalnya yang berbeda-beda
5. Alat
Segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran,
alat material (audiovisual) mempunyai sifat:
- Meningkatkan persepsi
- Meningkatkan pengertian
- Meningkatkan transfer
- memberikan penguatan / pengetahuan
- meningkatkan retensi (ingatan)
6. Sumber Pelajaran
Adalah Segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat di mana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang (Udin Saripuddin W. Dan Rustana A, 1991;165)
Sumber-sumber Belajar:
• Roestiyah N.K. (1989;53):
Manusia (keluarga, sekolah, Masyarakat)
Buku/perpustakaan
Mass Media
Dalam lingkungan
Alat pelajaran (buku, peta, gambar, dll)
Museum
• Sudirman N, dkk (1991;203):
Manusia (people)
Bahan (materials)
Lingkungan
Alat dan perlengkapan
Aktifitas (simulasi, karyawisata, sistem pengajaran modul)
• Udin Saripuddin W dan Rustana (1991;165):
Manusia
Buku/perpustakaan
Media masa
Alam lingkungan (terbuka, sejarah, manusia)
Media pendidikan
7. Evaluasi
1. adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu (menurut:Wand and Brown)
2. Suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikanatau segala sesuatu yang ada hub. Dg dunia pendidikan (Wayan Nurkuncana dan Sumartana, 1983;1)
Tujuan umum evaluasi:
1. Mengumpulkan data-data yang membuktikan tarap kemajuan murid
2. Memungkinkan pendidik/guru menilai aktivitas pengalaman
3. Menilai metode mengajar yang digunakan
Tujuan khusus dari evaluasi:
• Merangsang kegiatan siswa
• Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan
• Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan dan bakat siswa
• Memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yang dibutuhkan orang tua dan lembaga pendidikan
• Memperbaiki mutu pelajaran dan metode
Fungsi evaluasi:
• Memberikan umpan balik kepada guru dan mengadakan perbaikan program bagi murid
• Memebrikan angka yang tepat tentang kemajuan hasil belajar setiap siswa
• Untuk menentukkan murid dalam situasi belajar yang tepat
• Mengenal latar belakang murid yang mengalami kesulitan dalm belajar
Beragai Pendekatan dalam Belajar Mengajar:
A. Individual
B. Kelompok
C. Bervariasi
D. Edukatif
E. Pengalaman
F. Pembiasaan
G. Emosional
H. Rasional
I. Fungsional
J. Kebermaknaan
A. Pendekatan individual
• Karena masing-masing anak didik mempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda maka guru harus melakukan pendekatan individual dalam strategi belajar mengajar.
Ex; menghentikan anak didik yg suka bicara, dengan cara meisahkannya salah satu dari anak tsb.
B. Pendekatan Kelompok
• Karena anak didik sejenis mahluk homo sicius (makhluk yang berkecendrungan untuk hidup bersama)
• Diaharpkan dapat ditumbuh kembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri anak didik
C. Pendekatan bervariasi
• Karena Setiap permasalahan yg dihadapi oleh anak didik selalu tidak sama, terkadang ada perbedaan.
• ex. Anak yanag tidak disiplin dan anak didik yang suka berbicara akan berbeda pemecahannya dan menghendaki pendekatan berbeda2.
D. Pendekatan edukatif
• Semua pendekatan yang dilakukan oleh guru harus bernilai edukatif dengan tujuan mendidik.l Ex. Menuyruh anak berbaris setelah tanda lonceng msk berbunyi.
• Tindakan guru karena dendam, marah, kesal benci bukanlah termasuk perbuatan mendidik, karena apa yang guru lakukan itu menurutkan kata hati atau untuk memuaskan hati.
E. Pendekatan Pegalaman
• Pengalaman adalah guru yang baik (experience is the best teacher).
• Untuk pendekatan metode mengajar yang perlu dipertimbangkan antara lain pemberian tugas (resitasi) dan tanya jawab. Ex. Pemberian tugas pd saat bln Ramadhan tiba, adanya laporan kegiatan siswa yang telah di tandatngani oleh penceramah.
F. Pedekatan Pembiasaan
• Adalah alat pendidikan, bagi anak yang masih kecil pendidikan ini sangat penting karena dengan pembiasaan pada akhirnya suatu aktivitas akan menjadi milik anak di kemudian hari.
• Tanamkan kebiasaan seperti ikhlas, gemar melakukan puasa, gemar menolong orang lain.
G. Pendekatan Emosional
Emosia adalah gejala kejiwaan yang ada dalam diri seseorang, yang berhubungan dengan perasaan seseorang
Perasaan menurut;
Abu ahmadi dan Widodo Spriyono (1991,36) adalah: sebagai fungsi jiwa untuk dapat mempertimbangkan dan menguku sesuatu menurut rasa “senang dan tidak senang”, mempunyai sifat-sifat senang dan sedih/tidak senang, kuat dan lemah, lama dan sebentar, relatif dan tidak berdiri sendiri sebagai pernyataan jiwa.
H. Pedekatan Rasional
• Manusia mempunyai akal, sedangkan makhluk lainnya seperti binatang tidak mempunyai akal. Jadi hanya manusia yang dapat berfikir, sedangkan makhluk lainnya tidak bisa berfikir.
• Perkembangan berfikir anak dibimbing ke arah yang lebih baik sesuai dengan tingkat usia anak.
I. Pendekatan Fungsional
• Ilmu pengetahuan yang dipelajari anak disekolah bukan hanya sekedar pengisi otak saja, tetapio diharapkan berguna bagi kehidupan anak.
• Ilmu pengetahuan dapat membentuk kepribadian anak.
J. Pendekatan Keagamaan
• Hal ini dimaksudkan agar nilai budaya ilmu itu tidak sekuler, tetapi menyatu dengan nilai agama.
• Guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan untuk semua mata pelajaran umum.
K. Pendekatan Kebermaknaan
• Bahasa adalah alat untuk menyampaikan dan memahami gagasan pikiran, pendapat, dan perasaan secara lisan maupun tulisan.
• Motivasi siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya, kadar motivasi banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran siswa yang bersangkuatan
Kedudukan Pemilihan dan penentuan Metode dalam Pengajaran
A. Kedudukan Metode dalam Belajar Mengajar
1. Metode sebagai alat motivasi Ekstrinsik,
Menurut Sardiman A.M. (1998;90) Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya, karena adanya perangsang dari luar. Karena itu metode perfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan belajar seseorang
2 . Metode sebagai Strategi Pengajaran,
menurut Roestiyah N.K. (1989;1) guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektip dan efesien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metode mengajar.
3. Metode sebagai alat untuk mencapai tujuan
Tujuan adalah cita-cita yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar
Tujuan adalah pedoman yang memberi arah kemana kegiatan belajar mengajar akan dibawa.
Dengan metode secara akurat guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran.
B. Pemilihan dan Penentuan Metode
1. Nilai strategi metode
• Kelas yang kurang bergairah dan kondisi anak didik yang kurang kreatif dikarenakan penentuan metode yang kurang sesuai dengan sifat bahan dan tidak sesuai dengan tujuan pengajaran.
• Nilai strategisnya adalah metode dapat mempengaruhi jalannya kegiatan belajar mengajar.
2. Efektivitas Penggunaan Metode
• Penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran, bukan tujuan yang harus menyesuaikan diri dengan metode.
• Efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuaian antara metode dengan semua komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam satuan pelajaran, sebagai persiapan tertulis.
3. Pentingnya pemilihan dan penentuan metode
Titik sentral kegiatan KBM adalah tercapainya tujuan pengajaran
Guru tidak dibenarkan mengajar dengan kemalasan, anak didik diwajibkan mempunyai kreativitas dlm belajar
Guru harus mengetahui kelebihan dan kelemahan dari beberapa metode
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode:
a. Anak didik (bisa dilihat dari aspek biologis, intelektual, dan psikologis)
b. Tujuan (metode yang guru pilih harus sejalan dengan taraf kemampuan yang hendak disi ke dalam diri setiap anak. Jadi metode harus tunduk kepada kehendak tujuan).
c. Situasi
Situasi KBM yang guru ciptakan tidak sama dari hari ke hari, ada saatnya ingin belajar di alam terbuka atau belajar secara kelompok. Hal ini tidak terlepas dari bahan dan tujuan yang akan di capai dalam pembelajaran.
d. Fasilitas
Adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah, lengkap tidaknya fasilitas belajar akan mempengaruhi pemilihan metode mengajar.
e. Guru
Setiap guru mempunyai kepribadian yang berbeda
Seorang guru yang bertitel sarjana pendidikan dan keguruan, berbeda dengan guru yang sarjana bukan pendidikan dan keguruan di bidang penguasaan ilmu pendidikan dan keguruan
Kepribadian, latar belakang pendidikan, dan pengalaman mengajar adalah permasalahan intern guru yang dapat mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar.
C. Macam-macam metode mengajar
1. Metode Tugas dan resitasi
Metode resitasi (penugasan) adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar
Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak dan waktu sedikit
Tugas dan resitasi merangsang anak untuk lebih aktif belajar (tidak sama dengan PR) dan dapat diberikan secara individual atau secara kelompok.
Kelebihannya:
Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas
Dapat mengembangkan kemandirian siswa
Membina tanggung jawab dan disiplin
Mengembangkan kreativitas siswa
Kekurangannya:
Sulit dikontrol apakah ia benar mengerjakan tugas atau orang lain
Khusus untuk kelompok tidak jarang ada saja siswa yang tidak berpartifasi
Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa
Sering memberikan tugas yang monoton (tdk bervariasi) akan menimbukalan kebosanan
2. Metode Diskusi
• Adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pertanyaan atau pernyataan yang bersifat problematis untuk dibahas dan di pecahkan bersama.
• Kebaikan metode diskusi:
Merangsang kreativitas anak dalam bentuk ide, gagasan dalam pemecahan masalah
Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain
Memperluas wawasan
Membina untuk terbiasa musyawarah untuk mupakat
• Kekurangan metode Diskusi:
Pembicaraan terkadang menyimpang, shingga memerlukan waktu yang panjang
Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar
Peserta mendapat informasi yang terbatas
Mungkin disukai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri
3. Metode ceramah:
• Cara penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa.
• Kelebihan:
Guru mudah menguasai kelas
Mudah mengorganasasikan empat duduk/kelasn
Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik
• Kelamahannya:
Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) labih besar menerimanya
Bila terlalu lama digunakan, membosankan.
Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali.
Menyebabkan siswa menjadi pasif.
Penggunaan Media Sumber Belajar dalam Proses Belajar Mengajar
A. Pengertian Media
• Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”
• Media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.
• Secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, atau peristiwa yg dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan.
B. Media sebagai alat bantu
• Media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran
• Penggunaan media Tidak bisa sembarangan menurut sekendak hati guru, tetapi harus memperhatikan dan mempertimbangkan tujuan.
C. Media sebagai sumber belajar
• Udin Saripuddin dan Winatapura (1999;65) mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori:
Manusia
Buku/perpustakaan
Media massa
Alam lingkungan
Media pendidikan
D. Macam-macam media
1. Dilihat dari jenisnya:
a) Media auditif (suara), ex. Radio
b) Media visual (penglihatan), ex. Gambar
c) Media audiovisual (suara dan gambar), ex. Video cassette
2. Dilhat dari daya liputnya:
Media dengan daya liput luas dan serentak, ex. Radio dan tv
Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat, ex. Film
Media untuk pengajaran individual, ex. Modul dan pengajaran melalui komputer
3. Di lihat dari bahan pembuatannya:
Media sederhana (harga murah, cara pembuatannya mudah)
Media kompleks ( harga mahal, penggunannya perlu ketrampilan).
Faktor- faktor yang harus diperhatikan seorang guru dalam media pengajaran :
a. Relevansi pengadaan media pendidikan
b. Kelayakan pengadaan media pendidikan
c. Kemudahan pengadaan media pendidikan
Beberapa hal yang harus diperhatikan seorang guru dalam menggunakan media pendidikan :
a. Apakah guru tersebut memahami manfaat media pengajaran
b. Guru harus terampil dalam menyediakan media pendidikan.
Media pendidikan di gunakan jika :
a. Bahan pengajaran yang dijelaskan guru kurang di pahami siswa
b. Guru tidak bergairah untuk menjelaskan bahan pelajaran melalui penuturan kata- kata
verbal
c. Perhatian siswa terhadap pengajaran sudah berkurang akibat kebosanan mendengar
uraian guru.
Manfaat media pendidikan bagi pengajaran siswa :
• Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih jelas dipahami siswa sehingga memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
• Metode mengajar akan lebih bervariasi
• Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar
• Motivasi belajar dari para siswa dapat ditumbuhkan / dinaikkan
• Dapat mengatasi sifat pasif dari para siswa
Kesulitan- kesulitan dalam media pengajaran :
• Biaya pengadaan
• Pengalaman seorang guru dalam menggunakan media pengajaran tersebut.
Beberapa teknik mendapatkan umpan balik
A. Memancing apersepsi anak didik
Anak didik adalah orang yang mempunyai kepribadian dengan ciri-ciri yang khas sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhannya.
Latar belakang kehidupan sosial anak penting untuk diketahui oleh guru karena akan mempengaruhi jiwa anak.
Pengalaman apa yang telah dipunyai anak adalah hal yang sangat membantu untuk memancing perhatian anak.
B. Memanfaatkan taktik alat bantu yang akseptual
Guru yang hanya mengajar dan tanpa memperhatikan mengerti tidaknya anak didik terhadap bahan pelajaran yang disampaikan, akan mendapatkan reaksi negatif dari anak didik
Fakta, konsep atau prinsip yang kurang dapat dijelaskan lewat kata-kata atau kalimat dapat diwakilkan kepada alat bantu untuk mejelaskannya.
C. Memilih bentuk motivasi yang akurat
Beberapa usaha untuk membangkitkan gairah belajar anak (Syaiful Bahri):
1. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
2. Menjelaskan secara konkret kepada anak didik apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran
3. Memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai anak didik sehingga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih baik
4. Membentuk kebiasaan belajar yang baik
5. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
6. Menggunakan metode yang berviasi
Bentuk-bentuk motivasi:
• Memberi angka
• Hadiah
• Pujian
• Memberi tugas
• Mengetahui hasil
• Hukuman
Variasi gaya mengajar:
1. Variasi suara: intonasi, nada volume dan kecapatan
2. Penekanan, yang dikombinasikan dengan gerakan anggota badan yang dapat menunjuk dengan jari atau memeberi tanda pada papan tulis
3. Pemberian waktu, dengan mengubah yang bersuara menjadi sepi, dari akhir pelajarn ke bagian berikutnya.
4. Kontak pandang, sebaiknya mengarahkan pandangannya ke seluruh kelas, guru dapat membantu anak didik dengan menggunakan matanya menyampaikan informasi dan dengan pandangannya dapat menarik perhatian anak didi.
5. Gerakan anggota badan, variasi dalam mimik, gerakan kepala atau badan merupakan bagian yang penting dalam komunikasi
6. Pindah posisi, dapat dilakukan dari muka ke belakang, dari sisi ke kiri ke sisi kanan. Yang penting dalam perubahan posisi harus ada tujuannya dan tidak sekedar mondar-mandir.
Pengelolaan Kelas
• Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak didik sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektip dan efesien.
• Pengelolaan menurut Suharsimi Arikunto adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan.
• Kelas menurut Oemar hamalik (1987;311) adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama, yang mendapat pengajaran dari guru.
Tujuan Pengelolaan Kelas:
• Penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam ligkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas.
Prinsip-prinsip pengelolaan kelas:
• Hangat dan antusias
• Tantangan
• Berviasi
• Keluwesan
• Penekanan pada hal-hal yang positif
• Penanaman disiplin diri
Penataan ruang kelas
• Pengaturan tempat duduk
• Pengaturan alat-alat pengajaran
Perpustakaan kelas
Alat-alat peraga pengajaran
Papan tulis, kapur tulis dll
• Penataan kebersihan keindahan kelas
Hiasan dinding
• Burung garuda
• Teks proklamsi
• Slogan pendidikan
• Para pahlawan
• Peta/globe
Penempatan lemari
Ventilasi dan tata cahaya
• Sesuai dengan ruangan kelas
• Tidak merokok
• Cahaya yang masuk harus cukup
• Masuknya dari arah kiri, jangan berlawanan dengan bagian depan
Tugas Guru yang utama:
• Membelajarkan siswa kearah yang diharapkan manusiawi, efektip, efesien dan optimal
Dasar Metodologi Umum:
• Ceramah
• Ekspositorik (menunjukkan)
• Pengajaran konsep (label / nama)
• Tanyajawab
• Partisipatori (turut ambil bagian), ex. Studi lapangan
• Diskusi
• Inkuiri dan pemecahan masalah
PVCT (teknik mengklarifikasi nilai)
• Keungggulan:
– Mengklarifikasi nilai dan moralitas dan norma keyakinan/prinsip baik berdasarkan norma umum (etika, estetika, logika/ilmu, budaya dan hukum positif)
– Untuk rekayasa pembinaan, penanaman dan melestarikan nilai moral dan norma
– Memiliki kepekaan
– Dibina kepekaan afektual
– Pembinaan pengembangan moral
• Suasana selama proses PVCT harus dibina humanistic, terbuka dan demokratis, tidak ada marah memarahi, tidak ada ancaman, reward harus banyak diberikan dengan cara bentuk dan waktu yang tepat.
Anak didik dikatakan berhasil:
• Kearjinan tatap muka dengan guru
• Perilaku sehari-hari di sekolah
• Hasil ulangan, hubungan sosial
• Kepemimpinan
• Prestasi OR
• Keterampilan dl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar